Resensi Buku untuk: Dragon Flame

[ad_1]

Resensi Buku untuk: "Naga Api"

Ditulis oleh: Sue Perkins

Penerbitan Desert Breeze

ISBN: 978-1-61252-124-4

Tersedia sebagai: e-book saja

4 bintang

Diulas oleh: S. Burkhart

Perkins membuat kisah penuh petualangan dengan "Naga Api." Manusia meninggalkan Bumi dan menetap di planet Numar. Setelah hidup damai selama delapan belas tahun, naga menyerang pemukiman manusia. Dengan kemampuan Talei untuk berbicara dengan naga, dapatkah dia menghentikan malapetaka yang mereka buat?

Cerita dibuka dengan serangan naga berdebar-debar jantung. Talei dan kakaknya, Byron, tinggal di Maass, pemukiman manusia di Numar. Setelah naga menghancurkan desa, Talei dan orang-orang yang selamat berangkat untuk memperingatkan permukiman lain. Sayangnya, mereka tidak bisa menghentikan naga.

Kelompok Talei dan para korban yang selamat dari Deen mendirikan sebuah kamp. Seorang yang selamat bernama Zach mengambil alih permukiman ini. Terhadap keinginan Zach, Talei dan saudara lelakinya berangkat untuk memperingatkan komunitas lain. Sepanjang jalan, Talei menemukan dia bisa keberatan berbicara dengan naga. Mereka disandera oleh sekelompok goblin yang disebut "Pundra," dan dipaksa untuk menyerang manusia.

Talei bertemu Adri dalam perjalanan ke Boon. Dia bersedia membantunya membebaskan naga dari pengaruh Pundras. Setelah pikiran berbicara dengan nama naga Rafur, kelompok Talei berangkat untuk melakukan perjalanan ke benua naga. Petualangan itu menarik perhatian Talei dan Adri. Akankah daya tarik Talei dan Adri terbukti mengganggu ketika mereka mengatur tugas mereka untuk membantu naga?

Perkin imajinasi melambung dengan cerita penuh petualangan ini. Talei dan Adri menghadapi banyak rintangan dari naga, ketidakpercayaan dari sesama manusia, dan lautan. Tulisan Perkin mudah dibaca dan plotnya bergerak pada klip yang bagus.

Saya menikmati kisah kaya tentang naga. Mereka memiliki banyak emosi yang dapat diidentifikasi oleh pembaca – cinta, ketidakpercayaan, kebaikan, dan rasa ingin tahu. Perkins melukiskan gambar-gambar yang jelas dari pengaturan yang beresonansi di benak pembaca.

Talei, sementara hanya delapan belas tahun, naik ke kesempatan itu. Dia kuat untuk yang muda, dan membuat keputusan yang seimbang. Ketekunannya dalam menghadapi kesulitan dan kesulitan adalah hal yang mengagumkan.

Adri bertekad dan ingin melakukan hal yang benar. Dia tajam, penuh semangat, dan tidak takut untuk berani menghadapi bahaya yang dihadapinya.

Cerita ini ditujukan untuk orang dewasa muda dengan Adri dan Talei berbagi satu atau dua ciuman. Roman mereka tumbuh perlahan selama petualangan mereka bersama dengan saling percaya dan saling menghormati. "Naga Flame" menawarkan petualangan penuh kegembiraan, bahaya, dan romansa manis.

[ad_2]